Situs Trowulan, Bukti Kebesaran Kerajaan Majapahit

Majapahit, sebuah kerajaan yang begitu digdaya pada masanya. Bagaimana tidak, hampir seluruh pelosok nusantara menjadi wilayah kekuasanya. Bahkan negara-negara tetangga di asia tenggara juga masuk dalam wilayahnya. Sulit bagi kita memang untuk membayangkan kebesaran dari sebuah kerajaan yang telah berdiri 700 tahun silam tersebut. Selama ini kita hanya mendapatkan pengetahuan dari pelajaran sejarah di bangku. Namun jika sobat datang ke Trowulan, setidaknya sobat bisa berimajinasi tentang sebuah kehidupan di kerajaan terbesar di Indonesia bernama Kerajaan Majapahit.

Situs Trowulan merupakan sisa-sisa dari kejayaan kerajaan majapahit yang luasnya hampir mencapai 100 Km persegi. Kerajaan Majapahit adalah inspirasi bangsa indonesia tentang persatuan indonesia. Melalui Patihnya Gajah Mada, Kerajaan Majapahit menyatukan Nusantara. Hingga saat ini di situs trowulan telah ditemukan beberapa peninggalan kerajaan yang berdiri sekitar tahun 1293 M seperti candi bajang ratu, candi brahu, candi tikus, candi kedaton, kolam segaran, pendopo majapahit, makam permaisuri Brawijaya, dan juga makam Syeikh Junaidul Qubro. Syeikh Junaidul Qubro sendiri adalah kakeknya para wali songo. Hal ini membuktikan bahwa pada masa itu telah terjadi toleransi antar umat beragama yang baik. Selain berwisata sobat juga bisa belajar sejarah kerajaan majapahit dari berbagai aspek, mulai dari sistem pengairan, perdagangan, pemerintahan, teknologi, kerajinan dan juga pertanian. Melihat dari bangunan-bangunan yang ada, Trowulan kemungkinan adalah sebuah kota metropolitan pada masa kerajaan majapahit.

Situs trowulan yang terletak di Mojokerto ini telah dipugar demi menjaga kelestarianya dan juga keindahanya. Ketika hari libur tiba, ratusan pengunjung berdatangan baik yang dari dalam kota maupun dari luar kota. Dari berbagai peninggalan, yang paling menyedot perhatian adalah Candi Brahu dan Candi Tikus. Candi Brahu merupakan sebuah tempat yang dulunya digunakan untuk tempat pembakaran mayat. Lokasinya terletak di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto. Sedangkan candi tikus bentuknya seperti sebuah pemandian yang mungkin dulunya digunakan oleh putri kerajaan. Candi yang letaknya dibawah permukaan tanah sekitar 1 meter ini berbentuk bujur sangkar dengan luas 506,25 meter persegi. Dinamakan candi tikus karena saat ditemukan tempat ini dijadikan sarang tikus. Tak jauh dari lokasi candi tikus terdapat sebuah candi bernama candi bajang ratu. Candi ini menyerupai gapura wringin lawang. Jika mengunjungi situs trowulan, sempatkan juga untuk mengunjungi kolam segaran yang luasnya mencapai 46.875 meter persegi. Tempat ini dulunya digunakan sebagai waduk dan juga tempat rekreasi. Dengan mengunjungi situs trowulan, setidaknya bisa meyakinkan kita tentang kebesaran kerajaan majapahit.

Untuk menuju situs trowulan yang letaknya sekitar 10 Km dari pusat kota mojokerto ini, Travel News bisa menggunakan angkutan umum dari terminal mojokerto. Setibanya di trowulan, sobat bisa menggunakan jasa ojek untuk mengunjungi beberapa situs candi yang jaraknya sekitar 2 hingga 3 kilometer antara satu dengan lainya. Situs trowulan memang sangat luas, untuk mengunjungi satu persatu tidaklah cukup hanya dengan satu hari saja. Namun jika sobat ingin mendapatkan gambaran tentang gambaran kerajaan majapahit yang tersaji secara utuh, sobat bisa mengunjungi museum trowulan yang terletak tidak jauh dari kolam segaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *